MENGENAL BETON BERTULANG
A. BAHAN DAN SIFAT BETON BERTULANG
Tidak seperti Baja, Kayu, atau
Besi, Beton bertulang merupakan kombinasi dari dua unsur bahan, yaitu: tulangan
baja dan beton. Kedua unsur ini digunakan secara bersama. Dampak utama dari
kombinasi bahan/unsur pembentuk Konstruksi Beton Bertulang, nyata pada desain
elemen beton bertulang yang berbeda dari mendesain elemen yang terbentuk dari
satu bahan saja.
Konstruksi beton bertulang,
dirancang berdasarkan pertimbangan terhadap beban yang terjadi, seperti: gaya
aksial, momen lentur, gaya geser, momen puntir, atau kombinasi dari jenis-jenis
gaya (beban) tersebut. Prinsip dasar desain konstruksi beton bertulang adalah
dengan memperhatikan bagaimana beban-beban tersebut bekerja, di samping memperhatikan
konfigurasi bentang dan dimensi setiap elemen.
Pada konstruksi beton
bertulang, unsur beton dan baja tulangan memiliki peran berbeda dalam hal
kekuatan, meskipun keduanya saling melengkapi. Unsur beton memiliki kekuatan
tekan yang besar, namun lemah dalam menahan gaya tarik. Sehingga gaya tarik
tersebut diterima oleh tulangan baja yang ditanam dalam unsur beton. Dengan kata
lain, tulangan baja menjadi unsur terkuat yang memikul tegangan tarik.
Meskipun bertugas sebagai
pemikul tegangan tarik, tulangan baja juga digunakan untuk menerima tegangan
tekan. Daya tahan tulangan baja menahan gaya tarik sama bagusnya dalam hal
menahan kekuatan tekan. Pemasangan baja pada zona tekan dinamakan sebagai tulangan
tekan, seperti yang diaplikasikan pada penulangan elemen balok.
Menurut Nasution, Amrinsyah
(2009; 2) kombinasi kerja antara beton dan tulangan baja didasarkan pada
beberapa hal seperti berikut:
1.
Lekatan
antara tulangan baja dengan beton yang mencegah slip tulangan terhadap beton
(sifat monolit bahan).
2.
Kedap
beton yang mencegah proses korosi tulangan (karat).
3.
Derajat
ekspansi panas yang sama antara baja dan beton yang meniadakan beda tegangan
antara dua permukaan bahan.
B. KOMPONEN DAN SIFAT BETON BERTULANG
Beberapa komponen unsur beton
dan sifat-sifat dasar beton bertulang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Agregat. Adalah material granular seperti: pasir, kerikil,
dan batu pecah yang dipakai secara bersama-sama dengan suatu media pengikat,
yaitu: semen. Beton terbentuk dari pengadukan dengan formula tertentu antara:
Agregat, Semen, dan Air. Agregat diklasifikasikan menjadi: agregat halus dan
agregat kasar. Contoh agregat halus adalah pasir yang deperoleh dari kali,
pantai, atau hasil produksi pabrik dengan ukuran butir maksimal adalah 0,5 mm.
2.
Beton Bertulang. Adalah beton yang ditulangi dengan tulangan
baja, dengan luas dan dan jumlah tulangan tertentu yang didasarkan pada hasil
analitis dan desain.
3.
Tegangan. Adalah intensitas gaya terhadap satuan luas. Atau
besar gaya yang terjadi pada suatu luasan.
4.
Kuat Tekan Beton atau fc adalah kuat tekan yang ditetapkan oleh
perencana yang dievaluasi berdasarkan hasil uji tekan berbentuk silinder dengan
diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, yang dinyatakan dengan satuan Mega Pascal (MPa).
5.
Kuat Tarik Leleh atau fy adalah tarik leleh minimum yang
diisyaratkan atau titik leleh dari tulangan. Satuan dasar dari titik leleh ini
adalah sama dengan satuan dasar dari kuat tekan beton.
6.
Kuat Nominal adalah kekuatan suatu komponen struktur atau
penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi sebelum dikalikan
dengan suatu faktor reduksi yang sesuai.
7.
Kuat Perlu adalah kekuatan komponen struktur atau penampang
yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya-dalam akibat
suatu kombinasi beban/muatan.
8.
Kuat Rencana adalah hasil perkalian antara Kuat Nominal dengan Faktor
Reduksi Kekuatan (ΙΈ).
9.
Modulus Elastisitas adalah rasio antara tegangan normal tarik atau tekan dengan regangan dari unsur elemen di bawah batas proporsional dari
material.
Comments